Blog

AgreeSIP

Activity Based Budgeting: Langkah Untuk Ketepatan Finansial

activity based budgeting

Bayangkan penganggaran bukan sebagai spreadsheet yang rumit, tapi sebagai cerita detektif. Anda, sang detektif keuangan, sedang dalam misi untuk mengungkap penyebab tersembunyi dari pengeluaran Anda. Inilah inti dari Activity-Based Budgeting (ABB), sebuah metode yang membuang semua dugaan dan menyelidiki aktivitas yang benar-benar menghabiskan sumber daya Anda.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu Activity-Based Budgeting, kelebihan dan kekurangannya serta bagaimana melakukan penyusunan Activity-Based Budgeting.

Apa yang dimaksud dengan Activity Based Budgeting (ABB)?

Activity-Based Budgeting (ABB) bukan sekadar alat penganggaran biasa, melainkan sebuah pendekatan strategis yang menyelaraskan sumber daya keuangan dengan aktivitas yang mendorong nilai dalam organisasi atau keuangan pribadi. 

Tidak seperti metode penganggaran tradisional yang hanya berfokus pada data historis atau biaya tetap, ABB menggali lebih dalam. Metode ini meneliti setiap aktivitas atau proses, menentukan sumber daya yang diperlukan untuk kinerja yang optimal.

Dengan memahami pemicu biaya dari berbagai aktivitas, ABB memberdayakan individu atau bisnis untuk mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien, yang mengarah pada peningkatan pengambilan keputusan dan kinerja keuangan secara keseluruhan.

Kelebihan Activity-Based Budgeting

Activity-Based Budgeting juga memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

Alokasi Sumber Daya yang Ditingkatkan

ABB memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih tepat dengan menghubungkan anggaran secara langsung ke aktivitas yang menghasilkan value. Hal ini memastikan bahwa sumber daya diarahkan ke aktivitas yang memiliki dampak paling tinggi pada tujuan organisasi.

Transparansi Biaya

ABB memberikan visibilitas yang lebih besar ke dalam biaya yang terkait dengan aktivitas atau proses tertentu, memungkinkan organisasi untuk mengidentifikasi area yang tidak efisien dan menerapkan langkah-langkah penghematan biaya secara lebih efektif.

Menyelaraskan Strategi

Dengan menyelaraskan keputusan penganggaran dengan tujuan strategis, ABB membantu organisasi memprioritaskan aktivitas yang mendukung pertumbuhan dan daya saing jangka panjang.

Fleksibel dan Mudah Beradaptasi

ABB memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan anggaran sebagai respons terhadap perubahan kondisi atau prioritas bisnis, sehingga memungkinkan organisasi untuk beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika pasar.

Pengukuran Kinerja

ABB memfasilitasi pelacakan berbagai metrik kinerja yang terkait dengan berbagai aktivitas, memungkinkan organisasi untuk mengevaluasi efektivitas alokasi sumber daya dan membuat keputusan berdasarkan data.

Kekurangan Activity-Based Budgeting

Setelah mengetahui kelebihan dari ABB, pada bagian ini kita akan membahas kekurangan dari ABB yang mungkin bisa jadi pertimbangan FrenSIP.

Membutuhkan Waktu dan SDM yang Banyak

 Menerapkan ABB membutuhkan waktu dan sumber daya yang besar untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang terkait dengan berbagai aktivitas, yang dapat menjadi tantangan bagi organisasi dengan kapasitas atau keahlian yang terbatas.

Rumit

ABB melibatkan proses penganggaran yang lebih rumit dibandingkan dengan metode tradisional, yang dapat menyebabkan kebingungan atau penolakan di antara para pemangku kepentingan, terutama jika mereka tidak terbiasa dengan pendekatan ini.

Subjektivitas dalam Alokasi Biaya

Proses pengalokasian biaya untuk aktivitas tertentu di ABB dapat bersifat subjektif dan rentan terhadap bias, yang berpotensi mengakibatkan ketidakakuratan atau perselisihan atas alokasi sumber daya.

Sulit untuk Mengidentifikasi

Mengidentifikasi pendorong utama aktivitas dan secara akurat mengukur dampaknya terhadap biaya dapat menjadi tantangan, terutama dalam lingkungan bisnis yang kompleks atau dinamis.

Penolakan Terhadap Perubahan

Transisi ke ABB mungkin menghadapi penolakan dari karyawan yang terbiasa dengan metode penganggaran tradisional, sehingga membutuhkan strategi manajemen perubahan yang efektif untuk memastikan dukungan dan adopsi di seluruh organisasi.

Baca juga: Mengenal Metode Envelope Budgeting System

Kapan Activity-Based Budgeting Digunakan

Activity-Based Budgeting (ABB) biasanya digunakan dalam situasi di mana metode penganggaran tradisional tidak cukup untuk memberikan informasi yang akurat mengenai alokasi sumber daya dan manajemen biaya. Beberapa skenario umum di mana ABB digunakan antara lain:

Struktur Biaya yang Kompleks

Ketika organisasi memiliki struktur biaya yang beragam dan kompleks yang melibatkan berbagai aktivitas atau proses, ABB dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang biaya yang terkait dengan setiap aktivitas.

Optimalisasi Sumber Daya

ABB digunakan ketika organisasi berusaha mengoptimalkan alokasi sumber daya dengan menyelaraskan anggaran dengan aktivitas yang menghasilkan nilai paling besar atau berkontribusi secara signifikan terhadap tujuan strategis.

Inisiatif Pengurangan Biaya

Dalam situasi di mana organisasi bertujuan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi, ABB membantu mengidentifikasi area inefisiensi dan memprioritaskan langkah-langkah penghematan biaya berdasarkan dampak dari aktivitas yang berbeda pada biaya keseluruhan.

Implementasi Activity-Based Costing 

ABB sering digunakan bersama dengan Activity-Based Costing (ABC) untuk memastikan konsistensi antara alokasi biaya dalam proses penganggaran dan penetapan biaya. ABC memberikan dasar bagi ABB dengan melacak biaya secara akurat ke aktivitas tertentu.

Mengukur Kinerja

Organisasi yang ingin mengukur kinerja berbagai aktivitas atau departemen dan membuat keputusan berdasarkan data sering menggunakan ABB untuk menghubungkan keputusan penganggaran dengan metrik kinerja.

Perencanaan Strategis

ABB digunakan dalam proses perencanaan strategis untuk menyelaraskan keputusan penganggaran dengan tujuan dan sasaran jangka panjang, memastikan bahwa sumber daya dialokasikan dengan cara yang mendukung arah strategis organisasi.

Peningkatan Berkelanjutan

ABB memfasilitasi upaya peningkatan berkelanjutan dengan memberikan informasi mengenai area-area di mana proses dapat dioptimalkan atau dirampingkan, sehingga mendukung upaya berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

Baca juga: Metode Reverse Budgeting, Cara Cerdas Untuk Membuat Anggaran

Cara Melakukan Penyusunan Activity-Based Budgeting

Penyusunan Activity-Based Budgeting (ABB) melibatkan beberapa langkah yang sistematis dan terstruktur untuk memastikan bahwa anggaran yang dibuat mencerminkan kebutuhan dan tujuan organisasi dengan akurat. Berikut adalah langkah-langkah umum yang terlibat dalam penyusunan ABB:

Identifikasi Aktivitas Utama

Identifikasi semua aktivitas utama atau proses yang terlibat dalam operasi organisasi. Aktivitas ini harus didefinisikan dengan jelas dan terkait langsung dengan tujuan strategis organisasi.

Penentuan Cost Driver

Identifikasi faktor-faktor yang mendorong biaya untuk setiap aktivitas. Cost drivers ini bisa berupa jumlah jam kerja, volume produksi, jumlah transaksi, atau parameter lain yang relevan tergantung pada jenis aktivitas yang sedang dibahas.

Pengumpulan Data Biaya

Kumpulkan data biaya terkait dengan setiap aktivitas. Data ini harus meliputi biaya langsung dan tidak langsung yang terkait dengan menjalankan setiap aktivitas.

Alokasi Biaya

Alokasikan biaya secara proporsional ke setiap aktivitas berdasarkan cost drivers yang telah ditentukan sebelumnya. Ini memungkinkan untuk menghubungkan biaya dengan aktivitas spesifik secara lebih akurat.

Perhitungan Anggaran Aktivitas

Hitung anggaran untuk setiap aktivitas berdasarkan biaya yang dialokasikan dan tujuan bisnis yang ingin dicapai. Ini melibatkan penentuan anggaran yang realistis untuk setiap aktivitas berdasarkan proyeksi volume atau intensitas aktivitas.

Peninjauan dan Penyesuaian

Meninjau anggaran yang telah disusun untuk memastikan bahwa mereka sejalan dengan tujuan strategis organisasi dan memungkinkan untuk pengalokasian sumber daya yang efektif. Lakukan penyesuaian jika diperlukan berdasarkan perubahan kondisi pasar atau kebutuhan organisasi.

Komunikasi dan Persetujuan

Komunikasikan anggaran yang disusun kepada semua pemangku kepentingan yang terlibat dan dapatkan persetujuan mereka. Hal ini penting untuk memastikan bahwa anggaran tersebut didukung dan diimplementasikan dengan baik oleh seluruh organisasi.

Monitoring dan Evaluasi

Monitor pelaksanaan anggaran secara teratur dan evaluasi kinerja keuangan organisasi berdasarkan hasil yang dicapai. Ini memungkinkan untuk mengidentifikasi deviasi dari anggaran yang telah ditetapkan dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan.

Kesimpulan

Activity-Based Budgeting (ABB) melampaui metode penganggaran tradisional, dengan menawarkan pendekatan strategis untuk manajemen keuangan. Dengan mempelajari setiap pengeluaran, ABB memberikan kemampuan kepada individu dan bisnis untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Jadi, saat Anda memulai perjalanan keuangan Anda, tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda siap untuk menggunakan Activity-Based Budgeting dan membuka potensi penuh dari keuangan Anda?

Buat FrenSIP yang ingin sedang mencari dana untuk situasi darurat, AgreeSIP lah solusinya! Hanya bermodalkan BPKB mobil, motor atau sertifikat rumah FrenSIP sudah bisa mendapatkan dana darurat untuk kebutuhan yang FrenSIP inginkan. 

Karena AgreeSIP menyediakan pinjaman dengan cicilan suka-suka dengan varian tenor yang FrenSIP bisa pilih diantaranya, 12 bulan, 24 bulan, 36 bulan dan lainnya, proses pencairan yang cepat, dan bisa dilakukan secara online melalui call center AgreeSIP di https://bit.ly/Agreesipkontak

Jadi tunggu apalagi, ayo ajukan pinjaman dana tunai jaminan BPKB terpercaya di AgreeSIP!

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *